[quote type=”center”]Dalam ilmu gizi ada beberapa mikronutrien yang penting bagi tubuh. Mengapa disebut mikronutrien ? Karena meskipun diperlukan dalam jumlah sedikit namun besar manfaatnya. Salah satunya adalah zinc.[/quote]
[dropcap style=”font-size: 60px; color: #83D358;”]Z[/dropcap]inc (seng) adalah salah satu mikronutrien atau mineral yang esensial bagi manusia. Zinc diperlukan oleh berbagai jenis enzim dalam menjalankan fungsinya, antara lain sintesa dan perombakan protein, karbohidrat, dan lemak. Zincum (Zn) juga diperlukan oleh berbagai protein lain, serta oleh biomembran. Dalam hal ini, zinc berperan penting dalam metabolisme tingkat seluler, antara lain sintesa DNA dan RNA. Bahkan, kehadiran zinc dalam tubuh kita akan sangat mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh, sehingga berperan penting dalam pencegahan infeksi oleh berbagai jenis bakteri patogen.

Defisiensi enzim pada ibu hamil akan sangat mempengaruhi fungsi kekebalan pada janin, hal tersebut akan tetap bertahan setelah sang janin lahir dan juga selama masa hidupnya. Pada ibu hamil, kekurangan zinc juga dapat menyebabkan terganggunya perkembangan fisik dan intelektual janin. Ibu hamil yang mengkonsumsi rutin zinc 15 mg per hari, janinnya akan menunjukkan perkembangan fungsi hati serta fungsi motorik yang baik, janin akan lebih aktif, lain halnya dengan ibu hamil yang kekurangan zinc. Pada janin, zinc dapat bertindak sebagai neurotransmitter yang berperan dalam proses pematangan sel serta dalam masa pertumbuhan awal kehidupan janin yang akan mempengaruhi perkembangan saraf dan kecerdasan mereka pada masa-masa selanjutnya.
Sementara kekurangan zinc pada anak-anak dapat menyebabkan kekerdilan dan terlambatnya kematangan fungsi seksual. Kebutuhan Zinc seharinya sekitar 10-15 mg, sedangkan pada kasus defisiensi dibutuhkan sekitar 50 mg Zinc per harinya. Zinc dapat diperoleh dari daging, ikan, kerang, kepiting, susu, produk olahan gandum, ragi, dan kacang-kacangan. Penyerapan dari saluran cerna diperbesar oleh vitamin C dan asam-asam amino, namun diperkecil oleh kalsium, fosfor, Fe (zat besi), dan Cu (tembaga).
Atasi diare
Zinc juga berperan dalam mengatasi diare pada bayi dan anak-anak. Konsumsi zinc pada pasien diare dapat menurunkan jumlah ekskresi feses sampai 31%. Tidak hanya itu frekuensi buang air besar (BAB) juga berkurang sampai 40% dengan pemberian suplemen Zinc. Efektifitasnya dalam mengatasi diare tidak dipengaruhi oleh umur pasien serta jenis Zinc.
Pemberian larutan oralit dan pemberian sirup Zinc secara terpisah (tidak boleh dicampurkan) telah terbukti lebih baik dalam mengatasi diare dibandingkan dengan pemberian larutan oralit saja. Zinc terbukti dapat meningkatkan absorpsi air dan elektrolit dengan cara membantu proses regenerasi mukosa intestinal. Zinc juga dapat membantu proses restorasi enzim-enzim di saluran pencernaan, sehingga proses pencernaan dapat pulih kembali seperti semula, tidak hanya itu Zinc juga dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Rekomendasi WHO
WHO telah merekomedasikan penggunaan zinc dalam pengobatan diare dengan dosis 10 mg per hari (bayi 2-5 bulan), dan dosis 20 mg per hari (anak 6 bulan ke atas) selama 10 hari, untuk mencegah kemungkinan terjadinya diare selama 3 bulan ke depan. Pemberian selama 10 hari berturut-turut tersebut harus tetap dilakukan meskipun diare sudah berhenti sebelum 10 hari. Untuk bayi, pemberian tablet zinc dapat dilarutkan dengan sedikit air putih atau ASI.
Hal penting dalam mengatasi defisiensi Zinc adalah pemberian suplemen Zinc dan memfortifikasi makanan dengan Zinc, terutama makanan untuk bayi, anak-anak, dan ibu hamil. Makanan yang mengandung Zinc antara lain: tiram, kacang-kacangan, almond, biji labu dan bunga matahari, serta daging kalkun bagian leher dan daging sapi antara leher dan bahu.
Boks: Manfaat lainnya
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa zinc mampu memperbaiki kinerja/fungsi sel-sel otak, antara lain lemah ingatan (sering lupa) pada lansia. Penggunaannya yang paling umum adalah dalam dermatologi (kulit), khususnya dalam bedak tabur dan salep. Garam-seng oraganis (sitrat, glukonat, dan picolinat) digunakan sebagai antioksidan pada terapi alternatif, juga sebagai obat tambahan untuk kasus prostat yang membesar. Zinc glukonat sebagai tablet isap ternyata juga sangat bermanfaat pada infeksi influenza untuk mempercepat penyembuhannya (sekitar 40 % lebih cepat). Zinc dalam bentuk zinc sulfida (selsun) banyak digunakan dalam produk sampo anti ketombe untuk membantu mengatasi masalah ketombe rambut.
Mengingat begitu pentingnya Zinc, penting kiranya memperhatikan kecukupan Zinc bagi keluarga—terutama anak-anak. Perhatikan asupan makanan dengan kandungan nutrisinya, agar kebutuhan gizi keluarga tetap terpenuhi dan seimbang.