Author: Dyah Soekasto

Olahraga baik bagi kesehatan, namun untuk seorang anak ada step step yang perlu diperhatikan. Jangan sampai mengusik perkembangan motoriknya. Katanya, anak-anak jaman sekarang paling susah diajak beraktivitas di luar rumah, apalagi diajak berolahraga. Mereka lebih memilih asik dengan gadget dan laptopnya. Eits, jangan pesimis dulu. Ayo teruslah menebar aura positif agar si kecil tertarik untuk berolahraga. Orangtua memiliki peranan penting dalam menumbuhkan minat berolahraga pada anak sejak dini. Kapan anak siap berolahraga? Perkembangan motorik anak berawal dari berkembangnya keterampilan motorik dasar, seperti kontrol postural, kemampuan menggenggam, kemampuan lokomosi (berjalan, berlari, melompat), serta kemampuan melempar dan menangkap. Sampai usia 5 tahun…

Read More

Saat kita bekerja, sering kali kurang memperhatikan posisi tubuh kita. Ini yang sering disebut dengan ergonomi, yang didefinisikan sebagai penyesuaian antara pekerja dengan pekerjaannya. Salah satu faktor risiko ergonomi adalah saat kita mengangkat dan mengangkut. Gangguan kesehatan yang umum dijumpai pada perempuan akibat faktor ergonomi adalah nyeri punggung dan nyeri pinggang. Masalah kesehatan ini dapat terasa segera dan sembuh segera. Tetapi dapat pula berlangsung sampai berbulan-bulan atau menahun. Hal ini otomatis akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebab lain dari nyeri punggung dan pinggang adalah bekerja dalam posisi duduk atau berdiri terus menerus. Posisi seperti itu sering dilakukan seseorang untuk menyelesaikan suatu…

Read More

Ada masanya anak sulit makan, sehingga membuat orangtua khawatir anak akan mengalami kurang gizi. Masalahnya kadang bukan hanya menyoal anak kurang selera dengan makanannya. Nah. Proses makan merupakan rangkaian proses kegiatan motorik, meliputi proses mengunyah dan menelan. Keduanya membutuhkan koordinasi otot-otot di mulut dan tenggorokan. Semua proses bergantung pada input sensorik yang diteruskan koordinasinya ke pusat menelan di otak. Bicara tentang permasalahan makan pada anak, berkenaan dengan perkembangan keterampilan makannya. Pada waktu lahir, bayi dibekali dengan refleks untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, antara lain refleks mengisap, rooting reflex, extrution reflex, dan refleks menelan. Keterampilan menyusu diawali dengan arah gerakan berupa gerakan…

Read More

Hindari istilah diet pada anak dengan diabetes, agar tak salah persepsi dalam pengaturan pola makannya. Istilah “diet” sebaiknya dihindari dalam edukasi anak dengan DM, karena terjadi pengertian salah pada masyarakat akan arti diet itu sendiri. Akibatnya, orang tua cenderung membatasi asupan makanan bagi anaknya. Padahal, anak sedang dalam masa tumbuh kembang, masih membutuhkan kalori yang cukup. Sebaiknya gunakan istilah “pengaturan makan”. Selain usia, harus dipertimbangkan jenis kelamin, berat badan  dan aktivitas, pilihan makanan juga didasarkan latar belakang etnik dan budaya. Tahun 2002 American Diabetes Association merumuskan tujuan terapi nutrisi untuk semua penderita diabetes yaitu; Mencapai dan menjaga kondisi metabolik yang…

Read More

Serangan penyakit jantung memang mematikan, jika bisa melakukan pencegahan, mengapa tidak? Survei kesehatan rumah tangga (SKRT) nasional tahun 2001 menunjukkan bahwa penyakit jantung telah menempati peringkat pertama sebagai penyebab kematian di Indonesia, yakni sebesar 26,3%. Biang keladinya adalah aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan pembuluh darah arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Plak penyebab aterosklerosis terdiri dari kolesterol, zat lemak, kalsium, dan fibrin (zat dalam darah). Plak dapat terbawa aliran darah hingga menyebabkan penyumbatan, atau membentuk bekuan darah pada permukaan plak.…

Read More