Author: Andesi Anas
[pullquote]Memiliki anak usia remaja mempunyai tantangan tersendiri. Semua informasi berkembang dengan pesat, pola pikir anak pun berubah. [/pullquote] Agar ketiga putrinya dapat tumbuh besar dengan nilai-nilai yang membuat mereka menjauhi hal-hal yang melanggar batas, Shahnaz Haque(41) dan suaminya, Gilang Ramadhan (53), selalu siap meluangkan waktu untuk memonitor perkembangan buah hati mereka. Apa saja aturan yang diberikan pasangan selebriti ini pada anaknya? Yuk simak ceritanya. Memantau pergaulan anak Bagi pasangan seniman ini, mendidik ketiga anak perempuan bukanlah persoalan mudah. Terlebih lagi usia anak remaja, pasangan ini butuh pemantauan ekstra ketat. “Aku punya tiga anak perempuan, Pruistin Aisha (14) Charlote Fatima (13)…
Luasnya wilayah Indonesia sarat dengan kekayaan adat dan budaya, termasuk masakan khas berbagai daerah. Salah satunya adalah aneka nasi. Kali ini kami pilihkan dua diantaranya, nasi tutug dan nasi pepes. Nasi Tutug Oncom Bahan: 300g nasi hangat 4 butir bawang merah 3 siung bawang putih 2 cm kencur 1 papan oncom 1 batang daun bawang, iris tipis Garam secukupnya Pelengkap: Balado tempe Balado teri kacang tanah Sambal rawit Lalapan Cara membuat: Haluskan bawang merah, bawang putih, kencur. Masukkan oncom, tumbuk-tumbuk, aduk rata. Sangrai oncom di wajan yang telah panas, aduk-aduk hingga oncom kering. Tambahkan garam dan daun bawang, aduk rata.…
Yuk, kenalkan aneka binatang pada si kecil dengan mengajaknya ke kebun binatang. Agar semakin asik, jangan lupa kenakan si kecil busana yang nyaman. T-shirt bergambar kelinci dan celana pendek orange, memberikan kesan santai saat dikenakan. Sackdress berbahan kaus warna abu-abu, dipermanis dengan renda di bagian kerah dan tile dibagian rok. Kaus pink bertali spagheti, cocok dipadukan dengan celana pendek biru motif bunga. Hm keren. Si putri kecil semakin cantik dengan balutan terusan motif kupu-kupu dipermanis dengan tile warna biru. Model: Jacquline Grace Busana koleksi: Gingersnaps (Plaza Indonesia) Naskah dan pengarah gaya: Andesi Fotografer: Ramos Pane Ilustrasi: Agus Moller
Aku mulai mengeluti lari tahun 2011, semua berawal dari rasa gak percaya diri sehabis melahirkan Sheemar (4thn). Awalnya aku paling benci lari, lebih senang gym. Setelah melahirkan bobot badan gak kunjung turun dan gak pede ketemu banyak orang. Berbekal pinjam sepatu olahraga dan baju ibuku, aku ikutan lari di FX Senayan. Alhamdulilllah aku kuat lari 8km dari FX sampai Bundaran HI balik lagi ke FX, padahal kondisinya masih baby blues dan menyusui. Dari situlah timbul rasa pede. Sejak itu, aku jadi tergila-gila lari. Sehabis lari aku selalu merasa lebih senang, nyaman, dan baby blues berkurang, berkat hormon endorfin yang keluar…
Seseorang yang semula tidak punya ketertarikan pada olahraga lari, lalu jatuh hati dan rutin mengikuti berbagai event lari. Apa yang melatar belakangi mereka untuk berlari dan berlari? I like to try on new sports. Pertengahan tahun 2013 saya mencoba untuk lari setelah mencoba anti gravity yoga, Muay Thai, dan lain lain. Awalnya sih pengen menurunkan berat badan dengan cara yang sehat. Gayung bersambut, karena memiliki teman teman yang juga sudah mulai lari, jadi ikutan lari juga. Manfaat lari itu banyak! It makes your body fit, gak gampang sakit dan lebih bugar secara keseluruhan. Bonusnya, berat badan saya turun 10 kilogram…